blogger leoroses..,,jangan lupa comentar semua atw cacimaki bila gak berkenan bagi anda
Tampilkan postingan dengan label musim gugur ♥. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musim gugur ♥. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Februari 2009

Mari Nembang untuk si Mungil


☺ Mari Nembang untuk si Mungil..♥

Seorang ibu muda sedang berjalan sambil menimang-nimang bayinya. Senyumnya seperti kembang merekah di pagi hari, dari bibir si ibu terlontar puji-pujian manis. Ia mengajak bayinya berbicara mengenai apa-apa yang mereka lihat bersama. Tatkala si bayi mulai rewel, sang ibu mencoba mengalihkan perhatian dengan menunjuk dan mengubah topik pembicaraan lain, mulanya tentang bunga-bunga, lalu burung-burung gereja, kemudian kucing yang sedang menjilati ekornya, hingga ayam yang sedang mengais-ngais tanah. Tapi ketika tak kunjung berhasil menenangkan si bayi dalam timangan, ia pun mulai gemas. Aha untung saja ada si nenek yang dengan sigap mengambil alih dan mendendangkan sebuah tembang; tembang dolanan.

Si nenek langsung saja mendendangkan sebuah tembang yang sudah akrab ditelinga kita, tentang merdunya suara seruling, yah apalagi kalau bukan tembang Gambang Suling.

Gambang Suling
Gambang suling kumandhang swarane
Thulat-thulit kepenak unine
Unine mung nrenyuhake
Bareng lan kentrung
Ketipung suling sigrak gambangane

Tembang tersebut memang hanya terdiri dari lima baris, namun hebatnya tanpa iringan instrumen apapun nuansanya sangat kental dan enak didengar. Terbukti, si mungil dengan manifestasi tembang dolanan yang disenandungkan melalui ekspresi hati yang senang dalam timangan si nenek, langsung tersenyum dan lalu terbuai tidur. Tembang bisa diartikan sebagai syair lagu yang tidak lain adalah puisi, sedangkan dolanan berarti permainan. Tembang dolanan atau puisi lagu permainan sudah sejak dahulu menjadi salah satu alat ampuh para orang tua dalam mencurahkan rasa kasih sayangnya pada si buah hati.

Tembang dolanan banyak ragamnya di Jawa. Tembang tersebut tidak diketahui secara pasti masa dan siapa penciptanya. Tembang terebut hadir turun temurun melalui tradisi lisan masyarakat Jawa. Walaupun pada masa ini, beberapa diantara tembang warisan leluhur tersebut dibukukan untuk menjaga kelestariannya agar tidak hilang ditelan arus kemodernan.

Selain Gambang Suling, beberapa tembang dolanan yang sudah sangat akrab ditelinga, antara lain tembang Gundhul Pacul, Menthog-Menthog, dan Sluku-Sluku Bathok. Mungkin untuk nostalgia dan pengenal bagi generasi masa kini, berikut ini petikan tembang-tembang tersebut;

Gundhul Pacul
Gundhul-gundhul pacul-cul, gelelengan
Nyunggi-nyunggi wakul-kul, gembelengan
Wakul glimpang segane dadi saratan
Wakul glimpang segane dadi saratan

Menthog-Menthog
Menthog-menthog tak kandhani
Mung rupamu angisin-isini
Mbok ya aja ngethok ana kandhang wae
Enak-enak ngorok ora nyambut gawe
Menthog-menthog mung lakumu
Megal-megol gawe guyu

Sluku-Sluku Bathok
Sluku-sluku bathok, bathoke ela-elo
Si rama menyang sala
Leh-olehe payung motha
Pak jenthit lolobah
Wong mati ora obah
Nek Obah medeni bocah
Nek urip nggoleka dhuwit

Walau berwujud tembang dolanan, tidak berarti baris-baris puisi di dalamnya tanpa makna. Justru tembang dolanan tersebut menawarkan satu makna yang dalam mengenai kondisi lingkungan masyarakat yang tumbuh di sekitarnya hingga memuarakan nilai-nilai budi pekerti, sopan santun, lingkungan hidup, terutama kebersihan dan kesehatan, serta kehidupan beragama, walaupun kadang penyampaiannya dengan cara sindiran ataupun kelucuan. Namun tidak dapat dielakkan bahwa secara tersurat maupun tersirat, tembang dolanan sangat kaya akan makna kehidupan.

Dari tembang-tembang dolanan inilah secara sadar ataupun tidak kita telah memperkenalkan rasa keindahan dan kesastraan. Tembang-tembang ini berisi syair yang penuh permainan bahasa, seperti aliterasi, asonansi, rima, dan irama. Misal pada Gambang Suling, dari lima larik, empat larik berakhir dengan bunyi /e/, juga dominannya bunyi nasal /ng/, seperti pada kata gambang, suling, kumandhang, mung, bareng, kentrung, dan ketipung pada larik-lariknya. Bisa dikatakan struktur yang dipilih dalam tembang dolanan secara umum, memperlihatkan pilihan kata, sintaksis, dan pemberdayaan pepindhan (perbandingan), cangkriman (teka-teki), paribasan (peribahasa), wangsalan, serta parikan. Semua dipertimbangkan dengan takaran yang pas mana yang paling memiliki efek yang dapat menyentuh hati pendengar. Kesemuanya merangsang sensitifitas bayi terhadap bunyi-bunyi bahasa hingga pada akhirnya timbul kesadaran akan fungsi dan keajaiban kata.

Dalam tradisi Jawa, ada beberapa jenis puisi, antara lain berwujud tembang macapat, tembang tengahan, dan tembang gedhe. Kesemuanya memberikan aturan yang ketat dalam pilihan kata, karena memiliki pakem yang tidak dapat dilanggar, yaitu jumlah larik tiap lagu/bait (guru gatra), jumlah suku kata tiap larik (guru wilangan), dan bunyi akhir tiap larik (guru lagu). pakem tersebut merupakan satu ukuran keindahan dari tembang, jadi pelanggaran pada pakem dianggap merusak dan kurang nilai keindahannya. Tembang dolanan karena tidak mensyaratkan secara ketat adanya jumlah guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu, tidak masuk dalam kategori di atas. Bisa dikatakan sebagai satu bentuk dari geguritan yang bentuknya bebas.

Bentuk tembang dolanan merupakan wujud yang universal, di Indonesia atau di belahan dunia lain bentuk ini juga ada. Dalam bahasa Indonesia misalnya kita mengenal tembang dolanan yang populer seperti Balonku, Burung Kakaktua, Keplok Ame-Ame, dan Satu-Satu (Aku sayang Ibu). Masing-masing tembang dolanan tersebut memiliki keistimewaan dalam tatanan bunyi bahasa. Misalnya Burung Kakaktua yang seluruh larik bunyinya diakhiri fonem /a/, jumlah suku kata larik pertama dan keduanya sama, larik ke tiga dan ke empat merupakan tiruan bunyi (onomatope) yang berfungsi mengkonkretkan dan memantapkan efek suara yang diperoleh.

Di belahan bumi lain pun, ibu-ibu juga mendendangkan tembang dolanan untuk meninabobokkan anaknya. Tentu saja dengan cara sesuai dengan latar belakang budayanya masing-masing. Puisi lagu anak-anak di belahan bumi lain dalam bahasa Inggris lebih dikenal dengan istilah nursery rhymes. Salah satu contohnya adalah puisi di bawah ini.

Monday’s Child
Monday’s child is fair of face
Tuesday’s child is full of grace
Wednesday’s child is full of woe
Thursday’s child has far to go
Friday’s child is loving and giving
Saturday’s child work hard for its living
But the child’s that’s born on the sabbath day
Is bonny and bright, and good and gay

Sama halnya dengan tembang dolanan, permainan bunyi untuk memperoleh persajakan sangat intensif, dengan pola a-a-b-b-c-c-d-d, dalam delapan larik, tiap dua larik memiliki persajakan sama. Juga eksploitasi penggunaan pararelisme dalam kata dan dalam larik, yaitu penggunaan fonem /f/. Nursery rhymes yang paling kongkret lahir dari tradisi oral yang turun temurun dengan unsur-unsur permainan bahasa maupun lirik lagu yang kental unsur sense dan nonsense yang memperkaya pengalaman.

Betty Botter Bought Some Butter
Betty Botter bought some butter
But she said ‘the butter bitter’
If I put in my batter
If will make my batter bitter
But a bit of better butter
That would make my batter better
So she baught a bit of butter
better than her bitter butter
And she put it in her batter
And the batter was not bitter
So it was better Betty Botter
bought a bit of better butter

Sebagaimana tembang dolanan, nursery rhymes juga mengandung makna-makna tertentu, hanya saja makna kurang mendapat proporsi kuat. Secara umum nursery rhymes berkaitan dengan binatang, binatang dengan anak, keadaan cuaca, dan beberapa aktivitas tertentu. Faktor utama yang dijadikan kekuatan adalah unsur menghiburnya, atau untuk kepentingan memperoleh kesenangan. Namun adakalanya nursery rhymes tidak berupa puisi lengkap yang bisa disenandungkan, kadang nursery rhymes cuma berupa senandung, pengulangan bunyi-bunyi, irama-irama sederhana yang mendapat penekanan, atau ketukan-ketukan tangan yang berirama.

Begitulah tembang dolanan, atau juga istilah-istilah lainnya dalam bahasa berbeda. Pada masa anak sudah bisa berkomunikasi, biasanya akan dihadirkan oleh orang tua bersama dengan kisah-kisah dongeng atau petualangan yang menarik. Sebagai orang tua tentunya hal ini memberikan kenikmatan tersendiri juga, menghadirkan sesuatu yang benar-benar murni dari kemampuan alamiah sebagai orang tua untuk menghibur sang buah hati, bukannya menjejali dengan kesenangan permainan-permainan yang berbandrol mahal.

Bagaimana Ibu, mari nembang untuk si mungil.

Sabtu, 31 Januari 2009

kata merpati...♥

Cinta Kata Merpati

Ku dapati sepucuk surat dari sejuta merpati yang terbang mencari cinta
Mereka melekatkan setiap lembar ungkapan hati mereka dalam dinding-dinding awan,
Mereka penuhi langit dan setiap sudut kehidupan cinta yang ada disana...
Katanya dalam bahasa cinta yang begitu pekat...

Cinta.. untaian kata yang tak terucap teramu dari sejuta rasa yang bergejolak
Cinta.. bahasa dari seribu ingin yang meluap
Datang dengan tiba-tiba, menyusup ke ruang hati yang terdalam
Membuat seakan segalanya indah.. sampai insan terbuai sudah
Cinta bukan kata semata.. pengorbanan yang jauh lebih disandangnya
Cinta bukan hasrat yang terpendam yang terus pudar lalu hilang lenyap
Cinta seperti bintang.. yang hanya akan bersinar dikala malam
Cinta seperti sebuah barisan puisi yang hanya akan begitu indah ditutur seorang pujangga
Cinta, demikianlah cinta.. diciptakan mulia bagi setiap kehidupan

syair embun

akulah yang bersyair......☺

akulah orang yang bersyair
merangkum sedih ciptakan keindahan
seperti rannting rapuh aku gemeretak

akulah orang yang tiada apa
berpikir dengan rasa
mengumpulkan tangis beri senyuman

tiada apa yang bisa kupersembahkan
untuk jiwamu yang tersembunyi
tapi aku punya sesuatu yang tak terlihat
untukmu...

lebih indah dari sebuah pemandangan
lebih putih dari cahaya
lebih lembut dari sutra
lebih besar dari jagad raya
lebih dalam dari samudra
sesuatu yang tak bisa dijelaskan

aku tak ingin katakan cinta
juga tak ingin ucapkan sayang
karna aku punya lebih dari semua itu

sesuatu yang hanya bisa kau rasa
bersama angin yang anggun...

rangkullah aku
renggut jiwaku
bawa aku bersamamu...

Minggu, 25 Januari 2009


Aku sangat-sangat menyayanginya,aku gak bisa menghilang darinya,dia dapat membuat aku menangis,sedih,dan mati,karena dia kini telah hidup dalam hatiku dan dalam jiwa ragaku.Aku gak bisa biarkan hidupku sedih dan tersiksa karena cintanya.dia bagaikan bayangan,dia bagai mutiara yang terbawah air pasang,dan dia bagaikan tamu agung yang membawah kabar gembira dirumahku.
Semua sayang padanya,termasuk aku.dia menghiasi hari dan kehidupaku.
mengapa kini smua harus hancur?.Bagaikan seekor elang yang terpanah danjatuh terhampar di rerumputan,sayap-sayapku pun patah.aku merasa takberdaya,lemah,dan gak merasa jiwa ragaku hidup,.Hari-hariku hampa,kosong tanpamu,namun denganmu pula aku kosong dan hampa,.Karena ku merasa engkau gak bahagia dengan hidupku...
Mengapa engkau gak mau pergi dariku,mengapa harus aku yang putuskan menjauh darimu?.BINGUNG,aku bingung akan cinta tentang kita,tentang kehidupan aku yang gak pernah bahagia.Kau sadar gak perna bahagia dengan ku ,akupun sadar kau gak perna bahagia dengan cintaku.Namun kesabaranmu memaksa aku untuk meninggalkan mu,untuk jauh dari kamu.
Semua karena aku sayang kamu,kamu sayang aku,namun gak ada kebahagiaan pada kita berdua.Apalah arti cinta kita bila gak pernah kita merasa bahagia.
Dan sekarang cobalah kau bahagia tanpaku,tanpa mencintaiku,dan tanpa jeratan hidupku.cobalah bahgia dengan orang-orang yang masih menyayangimu,yang lebih baik dari kehidupan aku.
selamat tinggal CINTA.
selamat tinggal.

semoga kehidupanmu lebih bahagia dan lebih berarti tanpaku.
namun bila kau gak bisa jauh dariku!tetaplah menjadi pemujaku
yang tersiksa karena kehidupanku.

♥ ☺ ♥
leoroses snakepit.